Minggu, 24 Maret 2013

SOTO

Soto


Siapa tak kenal dengan kuliner  yang satu ini,  Soto memang banyak ragam dan jenisnya, dari asalnya, ada soto madura, soto lamongan, soto kediri, soto Blitar, Soto Jombang,  soto kudus, soto tegal, Soto Banyumas, soto Bandung, Soto Betawi,  soto Padang, Soto Medan, Soto Makasar, soto Banjar, sementara dari spesifikasi rasa ada soto Pak Sadi (outletnya ada di Australia dan Belanda), soto Kemang, soto Lombok (di Jalan Lombok Malang), Soto kuali (tembikar), dan mngkin masih banyak lagi,  sedangkan bahannya biasanya dari daging sapi, daging kerbau dan ayam dan kambing (Malang Raya) dengan kuahn ada yang pakai santan atau tidak dan ada  yang paling menonjol adalah bumbu lengkap dapur misalnya, jahe, mrica dengan cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan koyah dan berbagai macam lauk, tempe, usus, telor puyuh,   kerupukperkedel, emping melinjo,  saus kacang, dan lain-lain.

Konon Soto bukan asli Indonesia, makanan Cina bernama ‘caudo’. Dalam buku “Nusa Jawa: Silang Budaya”, Dennis Lombard menulis bahwa soto pertama kali populer di daerah Semarang. Dari ‘caudo’ lalu berganti menjadi ‘soto’, sementara orang Makasar menyebutnya ‘coto’ dan orang Pekalongan memberi nama ‘tauto’.
Menurut kajian antropolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Lono Simatupang, soto merupakan campuran dari berbagai tradisi. Pengaruh budaya lokal dan asing menjadi satu di dalam sebuah mangkuk. Mie atau soun misalnya, berasal dari tradisi Cina. Negeri Cina mempunyai teknologi untuk membuat mie atau soun, selain itu sejarah panjang Cina tidak terlepas dari makanan tersebut.
Ada juga pengaruh dari negeri lain seperti India. Beberapa soto menggunakan kunyit, seperti kari, makanan khas dari India. Koya, serbuk yang sering ditambahkan pada soto, juga ditemukan di lontong cap go meh dari budaya Tionghoa. Koya adalah serbuk yang terbuat dari santan kelapa yang dikeringkan. Koya juga menambah rasa dan tekstur pada soto.
Jejak budaya Tionghoa lain yang bisa ditemui pada soto adalah irisan bawang putih. Pada budaya masakan Jawa biasanya yang digunakan adalah irisan bawang merah, digoreng kering dan dipakai sebagai kondimen. Penggunaan bawang putih misalnya terlihat jelas pada masakan Tionghoa peranakan di Pontianak. Penggunaan alat makan juga ternyata akulturasi dari negeri Cina. Sendok bebek dan mangkuk diduga alat makan yang dibawa dari Cina.
Proses penyebaran soto di tanah air seiring dengan penyebaran manusia. Soto ternyata dapat diterima dengan baik oleh lidah masyarakat lokal di berbagai daerah di Indonesia. Penyebaran ini diikuti upaya lokalitas dari daerah masing-masing. Karena itu kita mengenal berbagai jenis soto di tanah air.

Resep Soto Daging

Walaupun tidak harus, daging sapi sangat cocok digunakan untuk membuat soto. itulah sebabnya mengapa berbagai aneka resep soto pasti lebih mengutakan sapi daripada daging dari hewan yang lain. Walau begitu jika anda tidak dilarang untuk mengganti dengan daging yang lain.
Bahan Utama Soto :
  • 20 gr daging sapi has dalam,potong dadu
  • 20 gr babat sapi,potong dadu
  • 20 gr usus sapi,potong dadu
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 500cc air
Bahan isi:
  • 30 gr tauge, rendam dengan air panas
Pelengkap :
  • Nasi putih, air jeruk nipis, kecap manis, kerupuk udang, sambal.
Bumbu Halus:
  • 2 siung bawang merah
  • 3 cm kunyit,bakar
  • 3cm jahe
  • 1/4 sdt garam
  • 50 gr ikan bandeng tanpa tulang,goreng
  • 3 ekor udang,buang kepala dan kulit
  • 1 siung bawang putih
  • 1/4 sdt jinten,sangrai
  • 1/2 sdt lada
  • 3 buah cengkeh
Bahan taburan:
  • 1 sdm irisan daun bawang
  • 1/2 sdm irisan daun kucai
  • 2 sdm bawang merah goreng
  • 1/2 sdm kecambah pendek mentah
  • 1/2 sdm rajangan kubis
Cara Membuat Soto Daging Sapi
  1. Siapkan wajan. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Aduk terus hingga bumbu mengering. Angkat.
  2. Siapkan panci. Didihkan air. Masukkan potongan daging sapi da bagian lainnya. Rebus hingga air mendidih dan daging sapi setengah empuk (+/- 30 menit) diatas api kecil, buang buih yang terdapat pada kuahnya.
  3. Masukkan bumbu halus. Rebus hingga bumbu meresap +/- 15 menit. Aduk rata. Angkat.
Soto ini disajikan dengan cara : siapkan mangkuk hidang. Masukan bahan isi, siram dengan kuah dan potongan daging sapi. Bari bahan tabur seperti seledri dan bawang goreng. Sajikan panas dengan pelengkap.

Soto Blitar ala Soeroto :

Dari bahan dan bumbu bumbu di atas tambahkan santan kelapa yang tidak terlalu kental dari 1/4 buah kepala. Lalu taburkan taburkan parutan kasar kelapa  yang sudah digoreng dan daun kucai potong kecil2(bukan seledri), kecambah kecil dan rajangan kubis..
Atau kalau gak mau repot cukup dengan bumbu instan soto daging tambahkan santan encer secukupnya.

Untuk sambalnya, cabai rawit merah dan hijau  biarkan tangkainya  dengan bawang putih direbut 5-10 menit (yang penting sudah layu) lalu tumbuk diberi garam dan sedikit air. 

SILAHKAN DICOBA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar